Gelar Workshop untuk Mahasiswa Magister Manajemen, FE UNISSULA Dorong SDM Unggul

Semarang – Fakultas Ekonomi UNISSULA menggelar workshop online bertajuk Human Resource Management Practice in Industrial Revolution 4.0 pada Sabtu [20/11/21]. Acara workshop dengan pemateri Furqon Karim, SE., MM selaku BD Director PT Rehobat serta dimoderatori langsung oleh Nurhidayati,. SE., MSi., Ph.D selaku pengelola dan Dosen koordinator mata kuliah perilaku organisasi. Adapun peserta yang wajib turut serta yaitu mahasiswa Magister Manajemen FE UNISSULA yang mengambil mata kuliah MSDM dan perilaku organisasi.

Revolusi Industri 4.0 berfokus pada efektivitas dan efisiensi kegiatan manusia. Termasuk pada sektor pertanian, teknologi dan pendidikan. “Industri 4.0 mampu menghasilkan output yang lebih besar. Misalnya pada penanaman melon di tanah 1 hektar, apabila melalui cara konvensional menghasilkan 5-6 ton, sedangkan green house atau metode grip mampu menghasilkan 8 ton dengan jumlah frekuensi yang dipercepat.” jelas Furqon Karim.

Dalam penerapannya pada sektor human resource, menurut Furqon ada beberapa karakter yang dibutuhkan dalam menghadapi era revolusi industri yaitu cekatan, asertif dan adaptif. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kerja cerdas. Rasio jumlah praktisi SDM yang memahami kebutuhan industri 4.0 hanya mencapai 18% dan yang merasa praktek bahwa ini efektif sejumlah 9%. Hal ini menunjukkan bahwa dunia SDM di Indonesia memerlukan lebih banyak ruang belajar serta mengembangkan berbagai praktik-praktik SDM terbaiknya agar mampu mendukung organisasinya dalam menghadapi industri 4.0.

“Sesungguhnya kita belum siap, terbukti sudah merasa nyaman dan belum mampu beradaptasi dengan cepatnya perkembangan teknologi. Para praktisi HR di Indonesia perlu melakukan ragam aktivitas untuk menjadikan perusahaannya agar siap menghadapi industry 4.0” pungkas Furqon. 

Untuk mengatasi hal ini, Furqon memaparkan beberapa solusi agar para HR mampu beradaptasi dengan industry 4.0. Langkah tersebut di antaranya melalui pengembangan serta ketepatan kapabilitas SDM (re-skilling and up-skilling). Pada penggunaan teknologi serta system otomatisasi, HR dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi terutama dalam aspek SDM, perlu mengimplementasikan HRIS, employee engagement and productivity. Tidak hanya itu, agar dapat membangun SDM yang siap bersaing, inovatif dan kreatif dengan pengadaan pelatihan terkait industry 4.0.

“Kita harus selalu optimis bahwa industri 4.0 merupakan salah satu sarana kita untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.” tambah Furqon. 

Perubahan-perbahan yang terjadi harus disikapi dengan tepat. Hal yang tidak kalah peting, agar kita mampu mengendalikan perubahan yang ada agar dapat memberikan manfaat bagi umat manusia.

Narahubung:

Hasna Khairunnisa Salsabila

Public Relation FE UNISSULA

Telp : 082333945525

E-mail : salsabilahasna07@gmail.com

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Praktisi SDM: Pengetahuan Manajemen Sumber dari Kekuatan Negara

 

Semarang, 20 November 2021 – Program Magister Manajemen UNISSULA mengadakan kuliah praktisi manajemen sumber daya manusia melalui platform zoom dan dtas Ekonomi UNISSULA, dengan mengusung tema Knowledge Management Industrial Relation 4.0. Acara ini menghadirkan pembicara yaitu Bimo Hermastho, Ph.D. yang merupakan praktisi Manajemen Sumber Daya Manusia dan dimoderatori oleh dosen senior Fakultas Ekonomi yaitu Dr. Ardian Adhiatma, SE., M.M. Acara ini dihadiri oleh pengelola Prodi MM, yaitu Prof. Dr. Heru Sulistyo, MSi dan Nurhidayati, SE., MSi., Ph.D.

Pada sesi awal acara sharing and learning, Bimo menyampaikan bahwa pengetahuan manajemen merupakan basis kekuatan dari suatu negara yang paling dahsyat, “Masyarakat berbasis pengetahuan, negara berbasis pengetahuan, industri berbasis pengetahuan akan mendapatkan kesejahteraan lebih dibanding yang lainnya, sama seperti Tuhan yang memberikan derajat lebih kepada orang yang berilmu,” jelas Bimo Hermastho, Ph.D. pada sesi pemaparan. 

Dalam sesi pemaparan Bimo Hermastho juga menyampaikan cara membentuk suatu negara berbasis pengetahuan. Membangun planning implementasi harus berawal dari top manajemen.

“Nomor satu yaitu komitmen kepemimpinan atau leadership, yang kemudian komitmen tersebut dijabarkan dalam perencanaan, implementasi dan kemudian memberikan pelayanan biaya sekolah yang berkualitas dan semurah mungkin dari SD, SMP, SMA bahkan sampai kuliah maka negara tersebut tidak ada orang yang tidak sekolah,” jelas Bimo Hermastho, Ph.D.

Dalam acara sharing and learning juga dihadiri oleh Prof. Olivia Fachrunnisa, SE, M.Si., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ekonomi UNISSULA yang dalam pemaparannya Prof. Olivia menyampaikan bahwa pentingnya pengelolaan pengetahuan dalam suatu organisasi dimana pengelolaan pengetahuan dibawa oleh akal rasio manusia. Apapun yang dibawa oleh manusia akan menghasilkan sesuatu yang mulia, karena manusia merupakan makhluk yang paling mulia yang diciptakan oleh Allah SWT. 

“Kita harus mulai dari manajemen pengetahuan pribadi terlebih dahulu kemudian diterapkan pada suatu grup atau kelompok dan ditunaikan di tingkat organisasi, jadi konsep untuk belajar tidak hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tapi harus rajin ditransfer maka akan banyak terjadi kebaikan-kebaikan di sekitar kita,” tutup Prof.Olivia di akhir pemaparan.

Narahubung

Velina Claudya Ditarta

Public Relation FE UNISSULA

Mobile : 085715263924

velinaclaudya@gmail.com

 

 

 

 

 

Halo dunia!

Selamt datang di WordPress. Ini adalah pos pertama Anda. Sunting atau hapus, kemudian mulai menulis!